INSAN PERS
Nasional

CEGAH HOAX, MADRASAH PERLU KENALKAN JURNALISTIK SEJAK DINI


Insanpers.com, Kudus-Untuk menahan hoaks, lembaga pendidikan memiliki peran yang penting untuk mengantisipasinya. Salah satunya, madrasah perlu mengenalkan ilmu jurnalistik kepada anak didik sejak dini.

Demikian yang disampaikan guru Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Miftahul Huda 2 Sudimoro Karangmalang Gebog Kudus, Mahfudz Nahrowi kepada NU Online , Selasa (13/11) menyikapi maraknya hoaks turun ini.

Nahrowi mengatakan, pengenalan jurnalistik sangat penting diberikan dalam pembelajaran sekolah-madrasah. Jurnalistik tidak mencerminkan ilmu-ilmu yang bisa memberikan informasi terkait penyampaian informasi yang benar (tidak hoaks).

“Ini penting, anak didik memahami ilmu jurnalistik dan bagaimana memasukkan informasi yang baik dan benar,” ujarnya.

Mantan aktivis pers kampus ini adalah kegiatan belajar yang dilakukan di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI / SD). Sebab, saat ini siswa MI sudah dapat mengakses informasi melalui internet.

“Kalau tidak diantisipasi sejak dini, tidak menutup mereka sudah termakan informasi basi. Minimal guru atau orang tua mendampinginya,” tandas Nahrowi.

Di MINU Miftahul Huda 2, terang Nahrowi, mulai memberikan pelatihan jurnalistik kepada anak didiknya. Mereka mendapat informasi lengkap, wawancara dan melatih berita dan praktik liputan untuk media cetak dan televisi.

“Beberapa kali, anak-anak sudah berlatih informasi secara langsung saat ada acara besar seperti Kudus Expo,” tuturnya.

Dari pelayaran jurnalistik, terlihat para siswa sangat romantis. Mereka juga melakukan latihan liputan langsung dan menulisnya menjadi sebuah berita.

“Malu ada perasaan takut, malu dan deg-degan. Tapi setelah melihat sangat senang sekali dan ingin liputan yang lebih baik,” ujar Durrotus Nasikhah, siswa kelas VI MINU Mifathul Huda 2 ini.

Bersama teman-di, Durrotus Nasikhah mengaku ingin menjadi seorang wartawan televisi. “Saya senang seandainya jadi wartawan, bisa wawancara dengan pemain sepak bola terutama pemain Indonesia, Persib alias Persebaya,” ujar Ika panggilan akrabnya seraya tersenyum. Qomarul Adib / Muiz )
Sumber NU Online

Related posts

Leave a Comment

Insan Pers