INSAN PERS
Nasional

PRABOWO UNGKAP JANJI LAGI ” INDONESIA TIDAK PERLU INPOR”

Insanpers.com,Jakarta-Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia sebenarnya bisa berdiri di atas kaki sendiri dan tidak perlu melakukan impor. Namun Prabowo menegaskan, memang ada beberapa barang yang mesti dan pasti di impor Indonesia.
Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak perlu impor dalam aspek berbagai komoditas pertanian. Sehingga Indonesia bisa swasembada. Itulah yang akan dilakukan Prabowo, jika pada Pilpres 2019 mendatang dirinya diberikan kepercayaan oleh rakyat Indonesia.
“Kita harus swasembada pangan dan kita bisa karena negara kita negara pertanian. Swasembada pangan, tidak perlu kita impor, harus kita kelola pertanian dengan baik. Saya yakin, apabila saya diberi kepercayaan, oleh rakyat Indonesia, bersama tim yang saya susun, bersama anak-anak yang paling pinter, saya yakin, kita tidak perlu impor apa-apa. Impor barang, mungkin barang-barang strategis tertentu yang perlu kita impor,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Kampung Sukaraja, Desa Jatisari, Karangpawitan, Garut, Jawa Barat, Sabtu, (17/11/2018).
Prabowo menekankan bahwa Indonesia mendorong terwujudnya swasembada pangan dan energi.
“Negara harus swasembada pangan, saya yakin kita mampu. Kemudian kedua kita harus swasembada energi, yang kedua swasembada energi, swasembada bahan bakar,” tegas Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Sebelumnya, Prabowo pernah mengatakan dia akan membuat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dan tidak perlu mengimpor apa pun. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam acara di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, (04/11/2018).
“Saya bersaksi di sini, kalau insyaallah saya menerima amanat dari rakyat Indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri! Kita tidak perlu impor apa-apa Saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu!” tegas Prabowo.
“Kita juga harus dan mampu swasembada energi, swasembada bahan bakar! Kita tidak perlu impor 1,3 juta barel tiap hari. Kita tidak perlu mengirim 30 miliar dolar tiap tahun ke luar negeri hanya untuk bayar bahan bakar,” pungkas eks Danjen Kopassus itu.
Sumber : Jarrak

Related posts

Leave a Comment

Insan Pers