INSAN PERS
Daerah

Media Harus Berpihak Pada Kebenaran

Diskusi dengan tema Media dan Kekuasaan
Setiap media harus netral. Artinya, harus seimbang dalam memberikan porsi berita. Itulah yang disebut cover both sides. Namun media juga harus berpihak. Berpihak kepada kebenaran.
Hal tersebut diungkapkan Iqbal Maulana, alumni Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, saat diskusi bersama Komunitas Ruang Literasi dengan tema Media & Kekuasaan, di Jalan Veteran 22, Margajaya, Bekasi Selatan, pada Ahad (18/11) malam.
“Media harus punya tujuan untuk memberikan pencerdasan dan pencerahan kepada orang-orang yang akan terpapar oleh informasi yang diberikan,” kata pria yang akrab disapa Alan ini.
Namun yang terjadi saat ini, konglomerasi media kerap terjadi di Indonesia. Bahkan sudah merambah ke dunia online. Tahun kemarin, kata Alan, Djarum dan BCA yang pemiliknya adalah orang yang sama banyak mengeluarkan untuk mengakuisi portal online. Salah satunya adalah Kumparan.
“Jadi, kita tidak bisa lagi mengatakan bahwa isi dari portal berita online itu demokratis karena pada praktiknya sekarang sudah mulai ke arah konglomerasi,” katanya.
Alan melanjutkan, orang-orang kaya saat ini sudah mulai bermain atau berinvestasi ke sana untuk melakukan konglomerasi media. Selain itu, media juga memiliki ideologi. Maka di setiap tema tertentu media memiliki arahnya sendiri-sendiri.
“Misalnya MNCTV. Di sana, kita banyak menemukan Iklan Partai Perindo. Padahal sesuai dengan kebijakan Komisi Penyiaran Televisi seharusnya itu tidak boleh. Di setiap petang dan akhir segmen, seringkali ada tayangan Perindo yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan masyarakat. Tapi yang terjadi media itu dipakai sama pemiliknya untuk pencitraan,” ungkapnya.
Contoh lain, pada momentum Iduladha beberapa waktu lalu. MetroTV melakukan siaran langsung di Masjid Istiqlal dengan angle yang berbeda dari media-media pada umumnya.
“Biasanya, media lain kan memberitakan suasana langsung dari Masjid Istiqlal. Tapi MetroTV beda. Mereka melakukan siaran langsung dari tempat salat Surya Paloh. Kemudian ditanya bagaimana harapan untuk umat Islam di 2018? Itu kan tidak ada urusannya dengan masyarakat, dan sangat tidak penting,” katanya seraya disambut oleh peserta diskusi lainnya dengan tertawa terbahak-bahak.
Sebagai informasi, Ruang Literasi mengadakan diskusi interaktif di setiap akhir pekan. Yakni pada Minggu sore. Pekan depan, Ruang Literasi akan memulai diskusi tematik, dengan tema besar Agama dan Kemanusiaan di Alun-alun Kota Bekasi.
(Bang Aru Elgete)

Related posts

Leave a Comment

Insan Pers