INSAN PERS
Daerah

Klarifikasi Penurunan Bendera NU di Acara FPI Sumenep

Insanpers.com. Sumenep-Tragedi pencatutan Bendera Nahdlatul Ulama yang dilakukan Ormas FPI Kabupaten Sumenep menuai problem dan tanda tanya besar, kenapa hal demikian bisa terjadi ? tentu pertanyaan itu wajar dikarenakan dari beberapa informasi, pihak FPI Sumenep tidak mendapatkan idzin dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep. Berikut hasil investigasi kami terkait peristiwa dan proses penurunan Bendera NU pada kegiatan yang bertema Tabligh Akbar tersebut yang langsung dilakukan oleh Wakil Ketua PCNU Sumenep, K. Mohammad Iksan.
Menurut penuturan K. Iksan, bahwa beliau pada awalnya tidak begitu menghiraukan kegiatan yang bertempat di depan Masjid Jamik tersebut, akan tetapi pada sore hari, Beliau mendapatkan kabar bahwa, Bendera NU juga dipampangkan dipanggung utama. Beliau merasa risih dengan hal tersebut, yang akhirnya membuat beliau bertanya kepada semua Pengurus Cabang NU Sumenep, terkait pemasangan Bendera tersebut. Setelah semua dikonfirmasi dan tidak ada yang memberikan idzin, akhirnya pada saat acara Tabligh Akbar itu akan berlangsung, K. Iksan menghampiri panitia pelaksana, untuk bertanya dengan baik baik prihal kenapa bendera NU bisa dipasang.
Pada awalnya pihak penyelenggara mengaku sudah mendapatkan idzin dari K. Syakur (Pengurus MWC NU Ganding) untuk pemasangan bendera tersebut. Akhirnya K. Iksan menghubungi K. Syakur (yang juga merupakan teman dekat K. Iksan), setelah menanyakan tentang bendera NU tersebut, K. Syakur menuturkan tidak pernah memberikan idzin apapun dan kepada siapa-pun untuk memasang bendera NU di acara tersebut.
Setelah mendapat penjelasan dari teman dekat nya itu, K. Iksan lantas mendatangi kembali panitia, yang membuat pihak penyelenggara merubah argumen nya, dari yang sebelumnya mereka mengatakan bahwa mendapat idzin dari K. Syakur, sekarang berubah, bahwa mereka sudah mendapat idzin dari KH. Thaifur Ali Wafa (Mustasyar NU Sumenep). Setelah mendengar nama Beliau (Kiai Thaifur), K. Iksan mundur untuk juga mengkonfirmasi, apakah memeng benar KH. Thaifur memberikan idzin tersebut.
Beliau tidak langsung menghubungi sendiri KH. Thaifur Ali Wafa, akan tetapi beliau menghubungi Ketua PCNU Sumenep, Pak Yai Pandji Taufiq, untuk mengkonfirmasi kepada KH. Thaifur. Setalah mendapatkan kabar bahwa ternyata KH. Thaifur juga tidak memberikan idzin tersebut, akhirnya K. Iksan memohon idzin kepada Rais Syuriyah PCNU Sumenep, KH. Taufiqurrahman FM, untuk menurunkan bendera NU yang berada di panggung acara FPI tersebut.
Setalah mendapatkan idzin dari Rais Syuriyah, K. Iksan langsung koordinasi dengan pihak Kepolisian, yang kebetulan diarea acara tersebut terdapat pos polisi, untuk menurunkan paksa bendera NU tersebut dikarenakan tidak ada idzin dan bahkan tidak melakukan peridzinan terlebih dahulu kepada pihak pimpinan NU Sumenep. Selang beberapa menit, pihak Kepolisian berhasil mendatangkan pihak penyelenggara untuk mengutarakan maksud. Yang datang pada saat itu, tegas K. Iksan, adalah KH. Fakhri al-Suyuthi (Tokoh Besar FPI Sumenep).
Setelah K. Iksan mengutarakan maksud, bahwa Bendera harus diturunkan !, nampaknya Kiai Fakhri gagal fokus, sehingga mengatakan dengan nada yang agak gusar “Tidak Semudah Itu”. Dan langsung bertanya siapa yang keberatan Bendera HTI (Kiai Fakhri mengakui bahwa bendera itu bendera HTI) dan Bendera NU dipasang ? akhirnya K. Iksan menyampaikan “Saya Wakil Ketua Tanfidziyah, atas nama PCNU Sumenep, saya harap bendera NU diturunkan dari panggung”.
Setelah mendengar pernyataan tersbut, seperti yang kami sebutkan diatas, bahwa Kiai Fakhri salah faham, ia mengira semua bendera diatas panggung yang harus diturunkan. Akhirnya, meskipun acara sudah dimulai, pihak FPI terpaksa menurunkan bendera NU yang memang tidak melakukan peridzinan terlebih dahulu tersebut.
Dalam penuturan nya, K. Iksan setelah melakukan proses penurunan Bendera NU tersbut bersama dengan Wakil Sekretaris NU Sumenep, Wardi, M.Pd.I, berpamitan kepada pihak Kepolisian yang sedang berjaga di Pos Polisi depan Masjid Jami’ Sumenep.

Related posts

Leave a Comment

Insan Pers