INSAN PERS
Daerah

Responsif; GUSDURian Banten Galang Donasi Bantun Bencana Lampung


Insanpers.com. Banten-Pada tanggal 22 Desember 2018 lalu terjadi musibah Tsunami yang melanda kawasan Selat Sunda. Dampak musibah Tsunami tersebut mengakibatkan bencana kemanusiaan di kawasan pesisir pantai di sepanjang Selat Sunda tersebut, meliputi daerah Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lampung Selatan. Mengutip data yang dikeluarkan BNPB ada sebanyak 426 orang meninggal dunia, 722 orang luka, 23 orang hilang,dan juga total pengungsi akibat Tsunami ini tercatat mencapai 40.384 jiwa. Kerusakan bangunan, kendaraan dan lainnya, dan mungkin masih terus bertambah.
Merespons bencana alam yang menimpa wilayah pesisir pantai di sepanjang Selat Sunda tersebut (Serang, Pandeglang, Lampung Selatan), Penggerak GUSDURian Banten melakukan aksi cepat (H+1) setelah peristiwa Tsunami) dengan menyelenggarakan penggalangan donasi sebagai aksi kemanusiaan yang menjadi konsen perjuangan jaringan GUSDURian. Penggalangan donasi tersebut dimulai dari tanggal 23-26 Desember 2018 (tahap pertama). Kemudian pada tanggal 27-28 Desember merupakan pendistribusian donasi tahap pertama.
Sebagaimana yang disampaikan Taufik Hidayat, selaku koordinator Penggerak GUSDURian Banten bahwa penggalangan donasi bantuan terhadap masyarakat korban bencana Tsunami tersebut merupakan tahap pertama. Selanjutkan masih akan dilaksanakan open donasi tahap berikutnya bekerja sama dengan penggerak Jaringan GUSDURian lainnya.
“Jadi, penggalangan dana ini masih tahap pertama. Dan selanjutnya kami bermaksud menyelenggarkan penggalangan dana yang berkolaborasi dengan semua penggerak Jaringan GUsDURian se-Indonesia.” Kata Taufik.
Sejumlah Pegiat GUSDURian Banten bersama sama lakukan aksi kemanusiaan
Taufik juga mengatakan penyaluran donasi tahap pertama ini semaksimal mungkin didistribusikan ke daerah yang terkena dampak bencana namun masih minim mendapatkan bantuan. Kampung Nelayan, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur adalah tempat menjadi tujuan pendistribusian donasi tahap pertama tersebut. Karena menurut Taufik berdasarkan informasi valid yang ia dapatkan, lokasi tersebut masih minim pendistrbusian donasi.
“Jadi, selamat dua hari ini, tanggal 27 sampai 28 Desember dari mulai perjalanan menuju lokasi dan pendistribusian donasi ini, Kampung Nelayan, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur adalah tempat menjadi tujuan pendistribusian donasi tahap pertama yang kami tuju. Karena menurut info valid yang saya dapat pendistribusian donasi masih minim menyentuh daerah ini.” Kata Taufik yang juga merupakan santri di salah satu Pon Pes Salafiyah yang ada di Kota Serang tersebut.
Ustadz Muding, tokoh masyarakat Kampung Nelayan mengatakan berterimakasih banyak atas donasi yang disalurkan oleh komunitas GUSDURian Banten tersebut.
“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada kawan-kawan dari Jaringan GUSDURian. Karena dengan ini bisa membantu meringankan musibah yang masyarakat kami alami”.
Masih menurut Taufik, kegiatan Open Donasi ini akan terus dilaksanakan selama diperkirakan masyarakat yang terkena dampak Tsunami ini masih perlu disalurkan donasi dan kondisinya pulih seperti sedia kala. Ia juga mengutarakan rasa terimakasihnya terhadap para donatur yang secara ikhlas memberikan sebagian hartanya untuk didonasikan lewat Open Donasi oleh Jaringan GUSDURian Banten ini.
“Open Donasi ini akan terus dilaksanakan sampai kondisi masyarakat yang terkana dampak benar-benar pulih kembali seperti sedia kala. Saya juga tentunya merasa sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang secara rela dan ikhlas memberikan donasi melalui Open Donasi yang kami lakukan ini”. Tegas Taufik
Menurutnya juga kita harus secara total memperjuangkan nilai kemanusiaan sebagaimana yang dicontohkan Gus Dur.
“Ngga bisa setengah-setengah, kami akan total memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam bentuk penggalanga donasi ini. Gus Dur kan mencontohkannya seperti itu.”
Terakhir Taufik mengatakan bahwa peristiwa Tsunami ini bisa menjadi hikmah, yaitu bisa meredam ketegangan masyarakat akibat momen politik menjelang Pilpres yang menurutnya agak sedikit panas dan mengakibatkan pergesekan antar masyarakat yang berbeda pilihan. Juga menyadarkan masyarakat bahwa kemanusiaan itu lebih penting dari politik
“Yaa, hikmahnya, berhubung ini Tahun Politik dan sekarang sedang panas-panasnya menjelang Pilpres, minimal kejadian ini bisa meredam konflik atau gesekan-gesekan antar masyarakat. Jadi masyarakat akhirnya bisa benar-benar sadar bahwa kemanusiaan itu sebagaimana kata Gus Dur, lebih penting dari politik.” Tandasnya

Related posts

Leave a Comment

Insan Pers