INSAN PERS
Nasional

Tegakkan Dakwah Damai: MUI Launching Materi Khutbah Jumat

Insanpers.com || 24 Februari 2019
Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) launching buku pedoman Khutbah Jumat: Islam Penuh Rahmat. Acara yang dihadiri 300-an Jamaah Khotib dari berbagai daerah ini dirasa penting untuk segera dilaksanakan, melihat dakwah Islam hari ini sering ditunggangi kepentingan politis.

“Dalam kondisi momentum tahun politik hari ini, kita berharap para khatib menebarkan dakwah penuh rahmat. Jangan menjadi pemecah belah umat,” sambut Endang Sutari, ketua Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI.

Pihaknya berharap buku pedoman Khutbah Jumat ini benar benar menjadi saduran utama bagi para Khatib untuk menebarkan dakwah Islam yang Rahmatan Lil Al-Amin.

Menurut testemoni Fauzan Amin (Khatib Masjid Kemenpora) manajemen khatib Jumat benar benar penting untuk mendapat perhatian utama dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Khatbah Jumat benar-benar memberi dampak yang kuat bagi jamaah. Jamaah akan tersentuh hatinya ketika ceramah disampaikan di tempat ibadah dan membawa dalil agama.

“Naskah khatbah itu sangat dibutuhkan oleh para da’i. Kadang orang yang tidak punya materi khutbah, biasanya cenderung mencari di Online. Maka penting khutbah Jum’at itu dibukukan dan disebarkan ditengah tengah masyarakat. Bahkan di media online” tutur peserta yang lain.

Namun begitu, Shalahudin al-Ayyub, Wasekjen Bidang Hukum MUI menegaskan bahwa buku yang dilaunching ini bukan buku resmi hasil produk MUI. MUI LPBKI hanya memberikan rekomendasi untuk penerbitan buku khutbah Jum’at ini.

Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah MUI menegaskan, MUI Berkomitmen untuk mengatur dan mesinergikan Masjid masjid Pemerintahan.

“Selanjutnya mulai usai mRamadlan mendatang, kami MUI akan mensertifikasi para khatib dan penceramah sebagai acuan dan rekomendasi untuk mengisi acara acara keagamaan di masjid-masjid. Dan kami bertanggungjawab atas Khatib dan Penceramah tersebut, tutur Cholil Nafis.

Pihaknya juga menegaskan bahwa MUI tidak bertanggungjawab atas konten  ceramah dan khatbah yang disampaikan oleh ustadz yang tidak disertifikasi. “Ustadz yang tidak kami sertifikasi, bukan tanggungjawab kami,” pungkas Cholil Nafis.

Related posts

Leave a Comment

Insan Pers