23.4 C
New York
Kamis - Mei 23,2019

Meneguhkan I’tikad Kebangsaan dengan Pacasila

Image default
Opini

Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa dan negara yang harus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia sebagai negara yang berideologi Pancasila, mengajak masyarakatnya wajib mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tak ada kata tidak!. Masyarakat harus didorong mengamalkan Pancasila itu. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila itu wajib dimengerti agar tidak salah menerapkannya.

 Dengan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dengan baik dan benar, tentunya paham radikalisme yang ditebarkan oleh oknum teroris akan gampang ditangkis. Hasutan-hasutan berbuat kejahatan pun akan tak mampu menembus pikiran kita. Intoleransi, ujaran kebencian, berita hoax dan beragam bentuk kejahatan pun tidak akan pernah terlihat dalam kehidupan. Itulah pentingnya Pancasila tersebut.

Memahami sepenuhnya

Memahami sepenuhnya intisari dari sila-sila yang ada di dalam Pancasila adalah sebuah keharusan. Dimulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kelima sila itu penting sekali dimaknai sepenuhnya, direnungkan dan dijiwai seluruh bangsa Indonesia.

Kalau sudah direnungkan, dijiwai dan dimaknai sepenuhnya, niscaya tak ada intoleransi, ujaran kebencian, aksi terorisme dan lain sebagainya. Konflik-konflik sosial pun tidak akan terjadi dengan permenungan, penjiwaan Pancasila dengan baik dan benar. Pancasila adalah obat ampuh di tengah permasalahan sosial yang kita hadapi saat ini. Apa yang termaktub dalam jati diri Pancasila itulah yang mengingatkan kita untuk berbuat kebaikan, maka harus dijiwai dan direnungkan dalam hati. 

 Namun, berkaca pada situasi negara saat ini, masih saja masyarakat belum benar-benar menjiwai, merenungkan dan memahami Pancasila sepenuhnya. Lihatlah kita masih dihuni ujaran kebencian, berita hoax, aksi terorisme dan beragam bentuk konflik sosial. 

Fakta waktu lalu, dimana ada oknum dosen di Sumatera Utara yang mengatakan dalam akun media sosialnya bahwa teror bom di Surabaya adalah pengalihan isu, skenario pengalihan sempurna dan #2019 Ganti Presiden. Apa yang diungkap tersebut adalah ciri-ciri pihak yang belum memaknai sepenuhnya, menjiwai dan merenungkan Pancasila. 

Selain itu, masih terjadi di masyarakat saat ini tindakan membeda-bedakan satu dengan lainnya. Hal itu menjadi momok menakutkan yang akan merusak persatuan dan kesatuan kita. Kata bersatu harus kita maknai sebagai bentuk kokohnya kebersamaan. Sebagai penguat persaudaraan di dalam keberagaman. Perbedaan yang kita rasakan di negara ini jangan menjadi pemicu kita bertengkar dan bermusuhan. Anggaplah perbedaan itu sebagai seni yang menghiasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Perbedaan bukan ancaman tetapi penguatan persatuan. 

Alam pikir kita yang masih beranggapan bahwa yang sama suku, agama, ras dan antargolongan adalah saudara dan memusuhi orang yang berbeda suku, agama, ras dan antargolongan wajib kita buang. Sebagai negara yang berideologi Pancasila, seharusnya kita jadikan Pancasila itu sebagai pemersatu dan penyejuk di tengah keberagaman. Jika ada gesekan diantara kita, baiknya kita mengingat Pancasila agar emosi tidak memuncak. 

Pancasila mengingatkan kita untuk saling berdamai, bersaudara satu dengan lainnya. Pancasila itu mengingatkan kita bahwa perjuangan para pendiri negara merebut kemerdekaan harus kita jaga dengan tidak merusak nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Kita adalah sama di negara ini, jadi tidak ada perbedaan.

Menguatkan kebersamaan

Sebagaimana dalam pidato 1 Juni Soekarno “Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu. Pidato itu mengingatkan kita bahwa Indonesia milik semua dan bertanggungjawab menjaga martabat, mempertahankan kemerdekaan dan menciptakan keinginan luhur mensejahterakan rakyat adalah kita semua.

Indonesia bukan milik Presiden RI, bukan milik DPR, MPR maupun lembaga dan pejabat negara. Indonesia adalah milik semua. Kita semua berhak berbuat sesuatu demi kemajuan negara ini ke depan. 

Caranya adalah dengan menjalin kebersamaan untuk membangun negara ini lebih baik dan memiliki masa depan cerah untuk anak cucu nantinya. Negara Indonesia harus bertahan dan tak boleh bubar. Kita yang mengemban tugas mempertahankan negara ini tetap kokoh dan menjadi negara yang maju, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Tanpa kebersamaan membangun Indonesia, niscaya negara ini akan tetap pada suasana perkembangan yang stagnan. Maka dari itu, kita diminta untuk bersama memajukan negara ini. Tak boleh mempertahankan perbedaan sebagai musuh. Ayo kita berpegangan tangan dan menciptakan kesejukan dan kokohnya kebersamaan demi masa depan Indonesia lebih baik.

Sudah saatnya kebersamaan itu kita kuatkan. Saling berbagi, bersatu dan berprestasi harus kita raih dengan bekerja keras bersama mewujudkan cita-cita luhur bangsa dan negara. Kebahagiaan hidup harus kita wujudkan bagi seluruh bangsa Indonesia. Tak bisa lagi kita bersantai-santai mengharapkan adanya mujizat datang mewujudkan kebahagiaan itu.

Kebahagiaan itu dapat terwujud bila kita bergerak maju memutus segala bentuk pertikaian, kemalasan dan saling menganggap diri paling benar dengan kebersamaan itu. Bersama kita maju menghancurkan tembok-tembok yang berisi paham-paham radikalisme, agar kita tidak terus saja bertengkar, sehingga  perdamaian pun tercipta.

Coba saat ini juga, kita benar-benar mengamalkan Pancasila agar bangsa tidak disusupi kekerasan, dendam, iri dan keangkuhan. Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bersatu, berbagi dan berprestasi. Segenap komponen bangsa harus mau menciptakan sebuah prestasi demi bangsa dan negara bukan menciptakan berbagai permasalahan agar negara ini bubar. 

Seluruh bangsa harus menanamkan sifat berbelas kasih, kebersamaan dan pikiran positif pada negara agar kita mampu menjadi negara yang maju. Agar kita tidak terus menerus tertinggal dari negara maju lainnya di dunia. Pancasila adalah harga mati untuk kita amalkan. Mari merenungkan, menjiwai Pancasila itu dalam sanubari demi kemaslahatan bersama.

Juandi Penulis Harakatuna

Related posts

Leave a Comment