INSAN PERS
Opini

Direksi BUMN Korupsi (lagi)?

Setelah terjadi beberapa OTT oleh KPK, BUMN tengah menjadi sorotan. Kali ini KPK menetapkan Dirut PLN, Sofyan Basir sebagai tersangka suap PLTU Riau-1. Penetapan tersebut berdasarkan bukti-bukti seiring proses hukum kasus ini berjalan. KPK menetapkan Sofyan Basir menjadi tersangka dalam kasus suap pembangunan PLTU Riau-1. Atas dugaan tersebut, Sofyan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ketua KOPRI PKC PMII DKI Jakarta, Nur Amala berpendapat, salah satu peran mahasiswa pada umumnya dan kader PMII pada khususnya adalah memerangi penyalahgunaan wewenang jabatan (Abuse of Power) dan korupsi serta merupakan factor penekan bagi penegakan hukum bagi pelaku korupsi.

Dalam kasus ini Sofyan Basir sudah diduga melakukan tindakan Abuse of Power yaitu penyalahgunaan wewenang yang dilakukan seorang pejabat untuk kepentingan tertentu dalam hal ini Sofyan diduga menerima uang suap dari Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd untuk mendapatkan proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Sofyan dituding berperan dalam membantu Blackgold melalui anak usahanya PT Samantaka Batu bara untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-I. Samantaka akan memasok kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap mulut tambang itu.

Dengan semakin maraknya kasus korupsi dan suap di Indonesia, Para kader PMII harus turut serta berperan dalam pemberantasan korupsi melalui moralitas yang dimiliki. Sebagai generasi penerus bangsa, para kader PMII diharapkan memiliki kemampuan interpersonal yang lebih tinggi sehingga memiliki moral, rasa peduli dan rasa bertanggung jawab untuk turut memajukan Negara Indonesia dengan memberantas korupsi.

Ketika mahasiswa yang memiliki moralitas tinggi dan memiliki kemampuan interpersonal tinggi naik dan menggantikan generasi sekarang yang dianggap penuh dengan koruptor, tindakan korupsi diharapkan dapat ditekan bahkan dihapuskan karena adanya kesadaran dalam diri mahasiswa untuk turut memajukan Negara dengan tidak melakukan korupsi.

Kualitas professional maupun interpersonal yang ditanamkan pada para kader PMII saat ini diharapkan mampu untuk memberantas korupsi yang terus menggerogoti Negara Indonesia. Dengan adanya tulisan ini, Saya harapkan kita dapat lebih mengerti pentingnya pendidikan bukan hanya untuk memperoleh hard skill, namun juga untuk mendapatkan kemampuan interpersonal dan moralitas yang lebih baik.

Related posts

Leave a Comment

Insan Pers