INSAN PERS
Nasional

Muhammad Ammar Siap Jadi Ketua PW IPNU DKI Jakarta


Insanpers.com. Jakarta – Ketua Demisioner Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jakarta Pusat, Muhammad Ammar mengatakan, Konferwil PW IPNU DKI Jakarta yang akan dihelat dalam waktu dekat ini, bukan ajang pertarungan soal menang-kalah.

“Tapi Konferwil itu adalah wadah untuk kita saling beradu gagasan. Gagasan cemerlang yang kemudian tidak menjadi pepesan kosong. Karena itu, saya siap maju untuk menjadi Ketua PW IPNU DKI Jakarta,” kata Ammar, Kamis (25/4) dinihari.

Ia mengaku akan membawa gagasan segar untuk dibahas di forum konferwil. Sebuah gagasan yang selama ini menjadi kegelisahannya, tapi tak pernah terpikirkan atau dijalankan oleh pengurus-pengurus sehelumnya.

Menurut Ammar, di tengah arus modernisasi dewasa ini, sebagian besar pelajar di perkotaan, terutama di Jakarta, kehilangan kepercayaan diri untuk berinteraksi kepada orang yang berada di luar lingkaran pergaulannya.

Mereka sulit untuk keluar dari zona nyaman yang kemudian berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda, baik budaya atau latar belakang sosial dan lain sebagainya.

Maka, Ammar berkesimpulan bahwa perlu adanya pertukaran pelajar antarsekolah, baik di dalam Jakarta itu sendiri maupun ke luar daerah, seperti misalnya ke pesantren-pesantren agar mengenal bagaimana tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Pertukaran pelajar itu ya pelajar, bukan mahasiswa. Karena selama ini seringkali pertukaran pelajar itu dilakukan di kalangan mahasiswa, bukan pelajar yang berarti anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah,” jelas Alumni Pondok Buntet Pesantren Cirebon ini.

Kemudian, lanjut Ammar, para pelajar itu dilatih agar tidak merasa asing ketika berhadapan dengan orang lain yang belum dikenal. Kalau bisa, Ammar menekankan, pertukaran pelajar itu dilakukan ke pondok pesantren.

Ammar melanjutkan, gagasan itu dikemukakan agar organisasi IPNU mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Tidak melulu melakukan kaderisasi secara formal, membentuk komisariat, dan menampilkan simbol-simbol.

Ke depan, imbuhnya, simbol sudah tidak akan laku. Karenanya, IPNU harus mampu memasukkan ruh Islam Ahlussunnah wal Jamaah kepada para pelajar, bukan hanya sekadar simbol.

Sebagai warga Ibukota, Ammar ingin membentuk pribadi para pelajar sebagai individu yang mampu bersaing, tidak kaku terhadap perubahan zaman, serta tak terhanyut dalam lingkungan yang anti terhadap perbedaan.

Pertukaran pelajar itulah, menurut Ammar, yang menjadi salah satu kunci agar pelajar-pelajar di Ibukota DKI Jakarta berkualitas. Selain itu, agar IPNU juga dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Diketahui, Konferwil XIII PW IPNU DKI akan di laksanakan di MAN 3 Jakarta Pusat pada Jumat (26/4). Kegiatan yang mengusung tema Sinergi IPNU untuk Pelajar DKI Jakarta Hebat ini akan dihadiri oleh Sekda Provinsi DKI Jakarta H Saefullah, Kepala Kanwil DKI Jakarta H Saiful Mujab, dan seluruh Alumni IPNU DKI Jakarta.

Dalam Konferwil ini juga akan digelar Pelatihan Jurnalistik bagi 200 pelajar bagi siswa-siswi di wilayah DKI Jakarta.

Related posts

Leave a Comment

Insan Pers