19 September 2019
INSAN PERS
Image default

Benarkah Teroris Surabaya Terafiliasi dengan ISIS?

Insanpers.com, Surabaya — Seorang anggota Polsek Wonokromo, Surabaya, diserang terduga teroris dengan senjata tajam pada hari Sabtu (17/8/2019). Korban, Aiptu Agus Sumarsono, segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara karena mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian kepala dan tangan.

Densus 88 Antri Teror segera melakukan penyelidika. Pelaku penyerangan diketahui berinisial IM (30). IM tinggal bersama istri dan 3 anaknya di rumah kos Jalan Sidosermo IV Gang 1 nomor 10A. Di kompleks pemukiman tersebut, pelaku lebih dikenal dengan nama Ali.

“Pak Ali biasa berjualan jajanan sempol dan makaroni. Biasanya dititipkan ke warung-warung,” kata Ainul Arif, ketua RT 03/RW 02, Sidosermo, Kecamatan Wonokromo. Ainul memang merasa ada perubahan dari warga migran dari Sumenep, Madura, itu beberapa waktu terakhir. Ali lebih tertutup semenjak mengikuti jemaah pengajian yang lokasinya tidak diketahui. “Istrinya sekarang menggunakan cadar kalau keluar rumah,” ucapnya.

Saat memeriksa tas milik terduga teroris IM, polisi menemukan sejumlah benda, seperti senjata tajam, ketapel dengan peluru kelereng, airsoft gun, makanan, dan kertas yang dipenuhi banyak logo ISIS.

“Ada logo ISIS di sebuah kertas yang dibawa pelaku, tentang keterkaitan pelaku dengan organisasi tersebut, masih didalami,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, di Polsek Wonokromo, Sabtu malam.

Barung mengatakan, pelaku hanya diperiksa awal di Mapolsek Wonokromo, lalu dibawa tim Densus 88 untuk diperiksa lebih lanjut. “Barang-barang yang dibawa pelaku juga disita sebagai barang bukti,” ujar dia. Sebelumnya, pelaku penyerangan diamankan di Mapolsek Wonokromo Surabaya, Sabtu (17/8/2019) sore.

Polda Jawa Timur beserta Densus 88 sejauh ini masih mendalami jaringan pelaku teror ini. Beberapa barang bukti yang diamankan masih didalami keterkaitannya dengan jaraingan mereka. Densus 88 menduga pelaku teror Wonokromo Surabaya ini terafiliasi dengan jaringan ISIS.

“Kami masih mendalami tentang keterkaitan pelaku dengan organisasi (Red: ISIS) tersebut,” pungkas Kabid Humas Polda Jatim, saat diwawancarai di Polsek Wonokromo, Sabtu malam.

Related posts