INSAN PERS https://insanpers.com Menebar Warta Terpercaya Mon, 19 Aug 2019 20:52:27 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.2 https://i2.wp.com/insanpers.com/wp-content/uploads/2017/11/cropped-insanpers-2.png?fit=32%2C32&ssl=1 INSAN PERS https://insanpers.com 32 32 136715251 Gubernur Jatim Gagas Asrama Mahasiswa Nusantara https://insanpers.com/gubernur-jatim-gagas-asrama-mahasiswa-nusantara/ https://insanpers.com/gubernur-jatim-gagas-asrama-mahasiswa-nusantara/#respond Tue, 20 Aug 2019 02:38:01 +0000 https://insanpers.com/?p=22753 Insanpers.com. Surabaya — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggagas pendirian asrama mahasiswa nusantara. Asrama tersebut nantinya menghimpun mahasiswa dari berbagai daerah. Khofifah berharap dengan berkumpulnya mahasiswa dari berbagai daerah dalam satu lingkungan bisa menumbuhkan rasa kebinekaan di antara jiwa para mahasiswa, yang tengah menempuh pendidikan di Jawa Timur. “Kita...

The post Gubernur Jatim Gagas Asrama Mahasiswa Nusantara appeared first on INSAN PERS.

]]>

Insanpers.com. Surabaya — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggagas pendirian asrama mahasiswa nusantara. Asrama tersebut nantinya menghimpun mahasiswa dari berbagai daerah.

Khofifah berharap dengan berkumpulnya mahasiswa dari berbagai daerah dalam satu lingkungan bisa menumbuhkan rasa kebinekaan di antara jiwa para mahasiswa, yang tengah menempuh pendidikan di Jawa Timur. “Kita akan siapkan, misalnya diplot Papua berapa, Kalimantan berapa, Sulawesi berapa. Kan kita ini kebinekaannya banyak yang lapis-lapis luar, belum kebinekaan substantif,” kata Khofifah di rumah dinas Kapolda Jatim, Jalan Bengawan, Surabaya, Senin (19/8) malam.Baca Juga

Dengan demikian, Khofifah meyakini, dalam diri para mahasiswa akan timbul bagaimana menjadi Indonesia yang memiliki beragam suku, bahasa, adat istiadat dan sebagainya. Dengan demikian, ke depannya akan muncul saling percaya dan saling respek antar sesama mahasiswa, utamanya yang menempuh pendidikan di Jatim.

“Maka dalam diri mereka (mahasiswa) timbul bagaimana menjadi Indonesia dengan beragam suku, beragam bahasa, adat istiadat, dan akhirnya tepo selironya akan muncul. Di situlah akan muncul understanding, muncul trust, ada muncul respek, di antara mereka yang berasal dari berbagai daerah,” ujar gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Khofifah juga meyakini, dengan terjalinnya rasa percaya dan respek antar mahasiswa dari berbagai daerah, maka gesekan-gesekan bisa diminimalisir. Karena, para mahasiswa tersebut tidak lagi mengedepankan kepentingan sukunya sendiri, melainkan mengutamakan rasa ke-Indonesiaan-nya.

“Jadi ini akan memanggil memori kita semua bagaimana sebetulnya young Java, young Celebes, young Kalimantan, itu semua mereka mengikatkan dirinya untuk bersama-sama mempunyai komitmen. Ini lah tumpah darah kita Indonesia, kami punya bahasa Indonesia, dan seterusnya,” kata Khofifah.

Tulisan diambil dari Republika

The post Gubernur Jatim Gagas Asrama Mahasiswa Nusantara appeared first on INSAN PERS.

]]>
https://insanpers.com/gubernur-jatim-gagas-asrama-mahasiswa-nusantara/feed/ 0 22753
Mapolsek Diteror, NU Surabaya Ajak Warga Jatim Menel Radikalisme https://insanpers.com/mapolsek-diteror-nu-surabaya-ajak-warga-jatim-menel-radikalisme/ https://insanpers.com/mapolsek-diteror-nu-surabaya-ajak-warga-jatim-menel-radikalisme/#respond Tue, 20 Aug 2019 00:30:33 +0000 https://insanpers.com/?p=22750 Insanpers.com. Surabaya —  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengajak semua pihak peduli isu radikalisme. Semua kalangan mulai warga masyarakat, pemerintah, aparat dan seluruh stakeholder harus sadar terhadap ancaman radikalisme di Kota Pahlawan, Jawa Timur. “Harus ada gerakan simultan yang nyata ke arah ini. Tidak boleh kemajuan di bidang...

The post Mapolsek Diteror, NU Surabaya Ajak Warga Jatim Menel Radikalisme appeared first on INSAN PERS.

]]>

Insanpers.com. Surabaya —  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengajak semua pihak peduli isu radikalisme. Semua kalangan mulai warga masyarakat, pemerintah, aparat dan seluruh stakeholder harus sadar terhadap ancaman radikalisme di Kota Pahlawan, Jawa Timur.

“Harus ada gerakan simultan yang nyata ke arah ini. Tidak boleh kemajuan di bidang infrastruktur, tata kota, dan ekonomi, dibarengi dengan sikap permisif terhadap pemikiran, faham, dan gerakan. Sehingga jadinya seakan mensuport radikalisme,” kata Ketua PCNU Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri di Surabaya, Senin.

Pernyataan Ketua PCNU Surabaya tersebut berawal dari Polsek Wonokromo, Surabaya pada Sabtu (17/8) diserang oleh seseorang dengan menyabetkan celurit ke arah petugas. Menurut hasil pemeriksaan sementara, pelaku (IM) diduga melakukan “amaliah” terorisme dan terindikasi berkaitan dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah) atau organisasi gerilyawan Islam Irak dan Suriah.

“Kejadian itu menunjukkan dengan jelas bahwa sel-sel ISIS dan organisasi teroris lainnya, masih hidup dan terus tumbuh di tengah-tengah kita,” ujarnya.

Waspadai Ajaran Radikal Disebarkan di Pengajian

Atas kejadian itu, semua pihak harus menyadari, terorisme tidak muncul begitu saja. Namun ia tumbuh dari inseminasi inklusifisme dan faham radikal. Sebagiannya menggunakan instrumen agama seperti pengajian dan halaqah juga memanfaatkan dukungan media sosial.

Menurutnya, dalam pemeriksaan awal dan penuturan ketua RT setempat dimana IM tinggal bersama isterinya, dapat dipastikan bahwa mereka menunjukkan perubahan pola hidup setelah mengikuti pengajian-pengajian kelompok tertentu. Perubahan dimaksud sangat jelas pada cara berpakaian dan dalam relasi sosialnya yang semakin tertutup.

“Jika ini benar, maka hal ini merupakan pelajaran bagi kita semua. Anggota masyarakat dan aparat untuk meningkatkan kontrol dan kewaspadaan terhadap gejala-gejala serupa di masyarakat,” katanya.

Pengajiannya, lanjut dia, memang mungkin tidak mengajarkan “amaliah” terorisme. Tapi sangat berperan membentuk sikap eksklusif, puritan dan menganggap salah orang lain atau menolak pola beragama yang establish.

“Inilah gejala intoleransi yang bisa mengarah kepada terorisme,” katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya berpesan kepada semua pihak agar tidak membiarkan rumah ibadah di tempat fasilitas umum, perumahan, kantor-kantor, mal, apartemen dan majelis-majelis taklim dikelola atau dipakai kegiatan oleh orang-orang yang tidak jelas, atau yang jelas-jelas menebar faham eksklusifisme dan radikalisme. Perkuat kohesifitas sosial untuk menangkal bibit-bibit kelompok radikal.

Ia juga berpesan kepada warga NU khususnya para pemuda yang ada di Ansor, Banser, Pagarnusa, IPNU dan IPPNU untuk lebih melek ancaman paham radikal. Meningkatkan intensitas program untuk memagari warga kota dari penyebaran radikalisme, sekaligus lebih aktif menjaga lingkungan masing-masing.

“Kepada para kiai dan ustadz-ustadz NU, mari kita tingkatkan dakwah Islam wasathi, sekaligus berupaya lebih kreatif dan masif dalam dakwah. Hal ini bertujuan agar dapat diterima dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

The post Mapolsek Diteror, NU Surabaya Ajak Warga Jatim Menel Radikalisme appeared first on INSAN PERS.

]]>
https://insanpers.com/mapolsek-diteror-nu-surabaya-ajak-warga-jatim-menel-radikalisme/feed/ 0 22750
Rilis JIAD atas Aksi Kekerasan Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya https://insanpers.com/rilis-jiad-atas-aksi-kekerasan-terhadap-mahasiswa-papua-di-surabaya/ https://insanpers.com/rilis-jiad-atas-aksi-kekerasan-terhadap-mahasiswa-papua-di-surabaya/#respond Mon, 19 Aug 2019 20:52:19 +0000 https://insanpers.com/?p=22756 Rilis Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) atas Aksi Kekerasan terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur sangat menyesalkan aksi kekerasan terhadap mahasiswa asal Papua yang terjadi Jumat (18/ di Asrama Papua Kalasan Surabaya. Peristiwa tersebut terjadi akibat provokasi bodoh yang tidak diklarifikasi dengan cermat yang membuat mereka seolah-seolah...

The post Rilis JIAD atas Aksi Kekerasan Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya appeared first on INSAN PERS.

]]>

Rilis Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) atas Aksi Kekerasan terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya

Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur sangat menyesalkan aksi kekerasan terhadap mahasiswa asal Papua yang terjadi Jumat (18/ di Asrama Papua Kalasan Surabaya. Peristiwa tersebut terjadi akibat provokasi bodoh yang tidak diklarifikasi dengan cermat yang membuat mereka seolah-seolah melakukan aksi pengrusakan terhadap bendera merah putih.

JIAD berpandangan aksi dobrak Asrama Papua, penggunaan gas air mata hingga pengangkutan puluhan mahasiswa Papua ke kantor polisi sebagai tindakan yang berlebihan dan kurang profesional. Tindakan ini terasa sarat dengan cara pandang miring (negative stereotyping) terhadap orang Papua sebagai kelompok yang antiNKRI dan pembuat onar. Pandangan Papuafobia perlu dikoreksi karena mencederai semangat keadilan dan keragaman yang menjadi basis NKRI.

Peristiwa ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Surabaya. Tahun lalu, hal seperti ini juga dialami mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Itu sebabnya, JIAD menilai ada kekuatan besar terselubung yang ingin menjadikan dua kota tersebut tidak nyaman bagi etnis Papua. Surabaya dan Malang seperti ingin dijadikan pilot project untuk mengentalkan sentimen Papuafobia dengan mengatasnamakan NKRI, stabilitas maupun agama. JIAD meminta Gubernur Jawa Timur untuk bisa memastikan propinsi ini tidak hanya kondusif namun juga tetap terbuka serta mengayomi seluruh etnis yang ada.

JIAD mengajak seluruh elemen sipil Jawa Timur untuk menyuarakan penghentian aksi kekerasan dan perlawanan terhadap nalar Papuafobia di masyarakat.

Jombang, 18 Agustus 2019

Aan Anshori

The post Rilis JIAD atas Aksi Kekerasan Terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya appeared first on INSAN PERS.

]]>
https://insanpers.com/rilis-jiad-atas-aksi-kekerasan-terhadap-mahasiswa-papua-di-surabaya/feed/ 0 22756
Benarkah Teroris Surabaya Terafiliasi dengan ISIS? https://insanpers.com/benarkah-teroris-surabaya-terafiliasi-dengan-isis/ https://insanpers.com/benarkah-teroris-surabaya-terafiliasi-dengan-isis/#respond Sun, 18 Aug 2019 19:12:13 +0000 https://insanpers.com/?p=22746 Insanpers.com, Surabaya — Seorang anggota Polsek Wonokromo, Surabaya, diserang terduga teroris dengan senjata tajam pada hari Sabtu (17/8/2019). Korban, Aiptu Agus Sumarsono, segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara karena mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian kepala dan tangan. Densus 88 Antri Teror segera melakukan penyelidika. Pelaku penyerangan diketahui berinisial...

The post Benarkah Teroris Surabaya Terafiliasi dengan ISIS? appeared first on INSAN PERS.

]]>

Insanpers.com, Surabaya — Seorang anggota Polsek Wonokromo, Surabaya, diserang terduga teroris dengan senjata tajam pada hari Sabtu (17/8/2019). Korban, Aiptu Agus Sumarsono, segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara karena mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian kepala dan tangan.

Densus 88 Antri Teror segera melakukan penyelidika. Pelaku penyerangan diketahui berinisial IM (30). IM tinggal bersama istri dan 3 anaknya di rumah kos Jalan Sidosermo IV Gang 1 nomor 10A. Di kompleks pemukiman tersebut, pelaku lebih dikenal dengan nama Ali.

“Pak Ali biasa berjualan jajanan sempol dan makaroni. Biasanya dititipkan ke warung-warung,” kata Ainul Arif, ketua RT 03/RW 02, Sidosermo, Kecamatan Wonokromo. Ainul memang merasa ada perubahan dari warga migran dari Sumenep, Madura, itu beberapa waktu terakhir. Ali lebih tertutup semenjak mengikuti jemaah pengajian yang lokasinya tidak diketahui. “Istrinya sekarang menggunakan cadar kalau keluar rumah,” ucapnya.

Saat memeriksa tas milik terduga teroris IM, polisi menemukan sejumlah benda, seperti senjata tajam, ketapel dengan peluru kelereng, airsoft gun, makanan, dan kertas yang dipenuhi banyak logo ISIS.

“Ada logo ISIS di sebuah kertas yang dibawa pelaku, tentang keterkaitan pelaku dengan organisasi tersebut, masih didalami,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, di Polsek Wonokromo, Sabtu malam.

Barung mengatakan, pelaku hanya diperiksa awal di Mapolsek Wonokromo, lalu dibawa tim Densus 88 untuk diperiksa lebih lanjut. “Barang-barang yang dibawa pelaku juga disita sebagai barang bukti,” ujar dia. Sebelumnya, pelaku penyerangan diamankan di Mapolsek Wonokromo Surabaya, Sabtu (17/8/2019) sore.

Polda Jawa Timur beserta Densus 88 sejauh ini masih mendalami jaringan pelaku teror ini. Beberapa barang bukti yang diamankan masih didalami keterkaitannya dengan jaraingan mereka. Densus 88 menduga pelaku teror Wonokromo Surabaya ini terafiliasi dengan jaringan ISIS.

“Kami masih mendalami tentang keterkaitan pelaku dengan organisasi (Red: ISIS) tersebut,” pungkas Kabid Humas Polda Jatim, saat diwawancarai di Polsek Wonokromo, Sabtu malam.

The post Benarkah Teroris Surabaya Terafiliasi dengan ISIS? appeared first on INSAN PERS.

]]>
https://insanpers.com/benarkah-teroris-surabaya-terafiliasi-dengan-isis/feed/ 0 22746
Khilafah Islam sebagai Tujuan Utama Radikalisme https://insanpers.com/khilafah-islam-sebagai-tujuan-utama-radikalisme/ https://insanpers.com/khilafah-islam-sebagai-tujuan-utama-radikalisme/#respond Sun, 18 Aug 2019 19:02:00 +0000 https://insanpers.com/?p=22743 Insanpers.com. Jakarta — Pengaruh paham radikalisme di Indonesia kian tak terbendung. Jumlah orang terpapar paham ini bertambah dari waktu ke waktu dan menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat. Masifnya pengaruh dan ruang gerak paham ini di Indonesia mengakibatkan nilai-nilai Pancasila kian terpinggirkan dalam praktik kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi...

The post Khilafah Islam sebagai Tujuan Utama Radikalisme appeared first on INSAN PERS.

]]>

Insanpers.com. Jakarta — Pengaruh paham radikalisme di Indonesia kian tak terbendung. Jumlah orang terpapar paham ini bertambah dari waktu ke waktu dan menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat. Masifnya pengaruh dan ruang gerak paham ini di Indonesia mengakibatkan nilai-nilai Pancasila kian terpinggirkan dalam praktik kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Hal ini menjadi ancaman serius bagi perjalanan bangsa ini yang oleh founding fathernya. Mereka telah meletakan Pancasila sebagai fondasi dasar berbangsa dan bernegara. Yaitu dengan tujuan menyatukan realitas perbedaan bangsa ini yakni perbedaan suku, agama, ras dan golongan.

Meyikapi sistuasi ini, DPP ISKA merasa terpanggil untuk menyelenggarakan acara bedah buku bunga rampai (kumpulan tulisan dari sejumlah penulis) di kantor Pusat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Jakarta, Jum`at (16/8/2019).

Hadir dalam acara ini sebagai pembahas di antaranya Ketua Perkumpulan Profesional Katolik Sumber Daya Rasuli (SUDARA), A.M. Lilik Agung, Anggota Departemen Pertahanan dan Keamanan Pimpinan Pusat ISKA, Siprianus Edi Hardum, Pengajar Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia (UI), Puspitasari. 

Dalam penjelasnya, Lilik mengatakan elit politik perlu menerapkan Pancasila antara lain tidak membiarkan ucapan atau kotbah tokoh-tokoh agama yang cendrung merendahkan Pancasila dan agama orang lain serta meniadakan keberagaman suku adat istiadat di nusantara yang menjadi kekuatan Indonesia. Sehingga, para elit tidak terkesan justru membiarkan dan mengafirmasi apa yang dikatakan oleh para tokoh dan pemuka agama itu.

Tendensi Penegakan Negara Khilafah

Menurut Lilik, para pegiat radikalisme di Indonesia sangat gencar dan terus menerus menyebarkan pahamnya untuk menyasar target yang dikehendaki. Oleh karenanya, demikian Lilik melanjutkan, Pancasila juga harus gencar dan terus menerus diajarkan kepada anak-anak sejak dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Lebih jauh, Lilik berharap agar di zaman milenial ini akan bermunculan para tokoh-tokoh muda Katolik yang menjadi agen perubahan seperti yang dibuktikan pada tahun 1998. Lilik yakin, sekarang ini pun sebenarnya sangat bisa. Karena pada intinya kita punya musuh bersama yakni radikalisme.

Sementara itu, Edi Siprianus Hardum, salah satu penulis buku bunga Rampai “Ancaman Radikalisme di Negara Pancasila” menjelaskan akar dari terorisme adalah radikalisme agama. Radikalisme agama di Indonesia jelas tujuannya politik yakni mendirikan negara Islam dengan sistem pemerintahan khilafah.

Edi menambahkan, gerakan ini pelan namun masif dan sistematis. Merambat mulai dari keluarga,pendidikan formal maupun nonformal mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Bahkan institusi pertahanan pemerintah seperti TNI dan Polri hingga BUMN.

Radikalisme Menggantikan Pancasila

Lebih jauh, Anggota Departemen Pertahanan dan Keamanan Pimpinan Pusat ISKA ini menjelaskan bahwa, radikalisme lahir dari Pancasila itu sendiri yang tidak mampu memenuhi cita-citanya yakni gagal memberikan kesejahteraan menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ideologi Pancasila itu sendiri, oleh pejuang khilafah menilai belum final, korupsi yang merajalela serta peredaran narkoba yang masif. Semua ini menyebabkan kesenjangan yang cukup significant di masyarakat”. Jelas Alumnus UGM ini.

Menurut penulis buku “Perdagangan Manusia Berkedok Pengiriman TKI` ini, para pejuang khilafah atau mereka-mereka yang mempersoalkan Pancasila, menjadikan korupsi dan peredaran narkoba sebagai alasan untuk mempersoalkan Pancasila sebagai ideologi yang cocok untuk bangsa ini.

Sementara itu, menurut Puspitari, saat ini, kondisi bangsa Indonesia sangat mengkwatirkan, di mana ideologi Pancasila mulai digeser jauh dengan paham Radikalisme yang sudah merambat masuk dalam instansi pemerintah seperti TNI dan Polri serta BUMN. Semua ini lanjut Puspitasari, sengaja dibiarkan oleh Pemerintah. Contohnya video yang diunggah oleh pendakwah Youtube, Ustad Somad yang sengaja melecehkan Salib dengan nada-nada sinis dan penuh ejekan.

Puspitasari menambahkan bahwa perlu kekritisan berpikir (kesadaran publik) dalam menangkal pengaruhnya. Kita lihat, lanjut Pengajar Ketahanan dan Strategik UI ini, Pancasila semakin tidak punya ruang karena kesadaran publik digiring masuk dalam kerangka berpikir binary code yakni kerangka berpikir berbasis polarisasi baik-buruk, siang-malam.

“Contohnya, mana menurutmu yang lebih baik: Pancasila atau Al`Qur`an? Negara Islam atau Negara Pancasila?” Jelas Puspitasari.

Oleh karena itu, pertanyaan-pertanyaan seperti itu perlu diperdebatkan dengan argumen-argumen serta data-data yang relevan. Bentuk lain kekritisan, lanjut dosen di Sekolah Tinggi Ketahanan ini,yakni berupa memposting kegusaran, kecemasan kita di media sosial terkait isu yang dihembuskan.

“Kita harus menyuarakan kegusaran, kecemasan, ketakutan kita di sosial media kita masing-masing. Contohnya video Ustad Somad yang menghina Salib, yang bagi umat Kristen salib dilihat sebagai simbol yang sangat sakral”.

The post Khilafah Islam sebagai Tujuan Utama Radikalisme appeared first on INSAN PERS.

]]>
https://insanpers.com/khilafah-islam-sebagai-tujuan-utama-radikalisme/feed/ 0 22743
Fasilitas Kesehatan Terbaik Siap Diumumkan Pekan Ini dalam BPJS Kesehatan Award https://insanpers.com/fasilitas-kesehatan-terbaik-siap-diumumkan-pekan-ini-dalam-bpjs-kesehatan-award/ https://insanpers.com/fasilitas-kesehatan-terbaik-siap-diumumkan-pekan-ini-dalam-bpjs-kesehatan-award/#respond Wed, 14 Aug 2019 20:46:53 +0000 https://insanpers.com/?p=22740 Jakarta (13/08/2019) – BPJS Kesehatan akan mengumumumkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Rumah Sakit (RS)  yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) . Pengumuman akan disampaikan pada Kamis, 15 Agustus 2019 di Kantor Pusat BPJS Kesehatan dalam ajang  BPJS Kesehatan Award.  “Saat ini...

The post Fasilitas Kesehatan Terbaik Siap Diumumkan Pekan Ini dalam BPJS Kesehatan Award appeared first on INSAN PERS.

]]>

Jakarta (13/08/2019) – BPJS Kesehatan akan mengumumumkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Rumah Sakit (RS)  yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) . Pengumuman akan disampaikan pada Kamis, 15 Agustus 2019 di Kantor Pusat BPJS Kesehatan dalam ajang  BPJS Kesehatan Award.

 “Saat ini Tim Juri Eksekutif yang diketuai oleh Ibu Nafsiah Mboi, sudah memegang nama-nama FKTP dan RS  terbaik yang memiliki komitmen tinggi memberikan pelayanan optimal bagi peserta JKN-KIS. Perlu diketahui, bahwa tim juri melibatkan segala unsur yang terkait Program JKN-KIS, diantaranya Dewan Perwakilan Rakyat, Kementerian Kesehatan, asosiasi konsumen, asosiasi profesi, asosiasi fasilitas kesehatan. Dengan demikian penilaian akan dijamin objektifivitasnya dari berbagai aspek,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf, Selasa (13/08).

Iqbal menambahkan juri untuk FKTP diketuai oleh Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf dan didukung oleh tim dari Kementerian Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Primer, IDI, PDGI, ADINKES, ASKLIN, PKFI dan YLKI. Sedangkan tim juri RS diketuai oleh Nafsiah Mboi dan didukung oleh tim dari Kementerian Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ketua YLKI Tulus Abadi, PERSI dan ADINKES.

Di tingkat FKTP penghargaan akan diberikan kepada masing-masing satu FKTP terbaik dari lima kategori, yaitu kategori Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, dokter gigi, dan apotek Program Rujuk Balik (PRB). Sementara di tingkat RS, penghargaan akan diberikan kepada empat rumah sakit dari masing-masing kelas rumah sakit, yakni rumah sakit kelas A, B, C, dan D.

“Dari 23.102 FKTP, 2.406 RS dan 1.264 Apotek diseleksi dari tahapan Kantor Cabang, Kantor Kedeputian Wilayah, hingga tingkat nasional. Selain itu, tim juri juga lakukan survei langsung ke lapangan untuk melihat langsung kondisi riil di fasilitas kesehatan,” tambah Iqbal.

Sementara itu, Ketua Juri Eksekutif Nafsiah Mboi mengatakan bahwa melalui BPJS Kesehatan Award diharapkan akan mendorong fasilitas kesehatan lainnya untuk makin optimal memberikan layanan kesehatan khususnya di era JKN-KIS.

“Saya sangat mengapresiasi perubahan yang ditunjukkan faskes setalah 5 tahun Program JKN-KIS berjalan. Kehadiran Program JKN-KIS  nyatanya mendorong faskes untuk lebih memperhatikan  mutu dan kualitas layanan. Tantangannya mutu dan kualitas ini juga dapat dijaga bukan hanya saat akreditasi. Selain itu dapat dirasakan di seluruh Indonesia, bukan hanya di Pulau Jawa. Semoga dengan BPJS Kesehatan Award dapat mendorong faskes dan juga pemerintah daerah merealisasikan hal tersebut,” kata Nafsiah Mboi saat Rapat Pleno Penetapan Pemenang BPJS Kesehatan Award, Selasa Malam (13/08).

Di tempat yang sama, Ketua Tim Juri FKTP Dede Yusuf mengatakan  BPJS Kesehatan Award juga merupakan bentuk evaluasi bersama baik faskes maupun BPJS Kesehatan sendiri.

“Dalam 5 tahun JKN-KIS jumlah faskes terus meningkat, pelayanan kesehatan juga menuju pada standarnya. Kedua belah pihak saling melakukan perbaikan sampai pada kondisi yang ideal. Diharapkan  faskes pemenang BPJS Kesehatan Award dapat menjadi contoh, benchmark kepada faskes lain, jika ingin menjadi mitra BPJS Kesehatan, standar ini yang dilihat,” kata Dede Yusuf.

Dalam BPJS Kesehatan Award, kriteria penilaian bagi FKTP adalah kepatuhan FKTP terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan harus mencapai skor 100. Adapun beberapa aspeknya meliputi kepatuhan terhadap pemenuhan Surat Izin Praktik (SIP) dokter, bidan, dan dokter gigi yang berlaku, ketentuan pembayaran klaim non kapitasi, ketentuan pengelolaan Program Rujuk Balik (PRB) dengan jumlah 65% peserta PRB aktif, pemenuhan kredensialing atau rekredensialing dengan nilai >70, pemenuhan area of improvement untuk mencapai nilai KESSAN ≥85, dan pelaksanaan ketentuan mekanisme Kapitasi Berbasis Kompetensi (KBK) dengan 2 indikator yang berhasil tercapai.

“FKTP tersebut juga harus memperoleh nilai KBK 100%. Kita juga lihat prestasinya, utilasi review-nya bagaimana, sudah terakreditasi belum, atau apakah ada nilai plus lainnya yang bisa menjadi pertimbangan. Lalu kita perhatikan juga, apakah FKTP tersebut punya inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan sehingga bisa dijadikan contoh bagi FKTP lainnya, misalnya inovasi dari segi sistem antrian, pemanfaatan teknologi, atau penataan ruang layanan peserta,” terang Iqbal.

Sementara bagi rumah sakit, beberapa hal yang menjadi indikator penilaian antara lain kesesuaian rumah sakit dalam memenuhi komitmen perjanjian kerjasama, tingkat kepuasan peserta yang mendapat pelayanan, pelayanan kepesertaan (customer service), kecepatan respon terhadap keluhan, serta inovasi yang dikembangkan rumah sakit dalam memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS. Selain itu, upaya perbaikan rumah sakit untuk mengurangi keluhan dan meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS juga menjadi poin tambah tersendiri dalam penilaian.

“Variabel penilaian tambahan yang akan menjadi pedoman penilaian bagi tim saat turun ke lapangan antara lain terkait sisi humanisme misalnya pada pelayanan IGD, rawat inap dan pelayanan farmasi/obat menjadi nilai tambah bagi faskes yang berfokus adalah pada kepentingan/kebutuhan pasien dan keluarga, seperti perlakuan cepat, profesional dan tanpa diskriminasi. Selain itu faktor kebersihan, networking atau koordinasi antar petugas sehingga pelayanan lebih cepat dan efisien. Serta poin tambahan adalah keberadaan ruang administrasi dan pengaduan yang memadai,” tambah Iqbal.

Informasi lebih lanjut hubungi:                                                                              

Humas BPJS Kesehatan                                                                                     

BPJS Kesehatan Kantor Pusat                                                                              

+62 21 424 6063                                                                                                  

humas@bpjs-kesehatan.go.id                                                                             

Website www.bpjs-kesehatan.go.id

The post Fasilitas Kesehatan Terbaik Siap Diumumkan Pekan Ini dalam BPJS Kesehatan Award appeared first on INSAN PERS.

]]>
https://insanpers.com/fasilitas-kesehatan-terbaik-siap-diumumkan-pekan-ini-dalam-bpjs-kesehatan-award/feed/ 0 22740
Kopri PMII Guluk-guluk Teguhkan Kecintaan Ber-NKRI https://insanpers.com/kopri-pmii-guluk-guluk-teguhkan-kecintaan-ber-nkri/ https://insanpers.com/kopri-pmii-guluk-guluk-teguhkan-kecintaan-ber-nkri/#respond Wed, 14 Aug 2019 16:15:19 +0000 https://insanpers.com/?p=22736 Insanpers.com. Sumenep — Kader Korp Perempuan (Kopri) Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMll) Komisariat Guluk-guluk teguhkan kecintaan pada NKRI. Pasalnya, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74. Adapun bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah tahlilan, bersih-bersih dan istighasah (Tabah). Kegiatan dimaksud diselenggarakan di Makam...

The post Kopri PMII Guluk-guluk Teguhkan Kecintaan Ber-NKRI appeared first on INSAN PERS.

]]>

Insanpers.com. Sumenep — Kader Korp Perempuan (Kopri) Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMll) Komisariat Guluk-guluk teguhkan kecintaan pada NKRI. Pasalnya, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74.

Adapun bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah tahlilan, bersih-bersih dan istighasah (Tabah). Kegiatan dimaksud diselenggarakan di Makam Pahlawan, Kabupaten Sumenep. Rabu, 14/08/2019

Kegaiatan ini mengusung tema “Hubbul Wathan, We Love, We Care”. Kompak meramaikan suasana kegiatan, perwakilan semua angkatan Kopri hadir dari berbagai daerah. Mereka adalah angkatan Galaksi, Pilar dan angakatan termudah Garuda.

Mengawali kegiatan tersebut Ketua Kopri Masa Khidmat 2019-2020, Mahsunah Baihaqi memaparkan maksud dan tujuan diselenggarakannya kegitan dimaksud.

“kegiatan ini diselenggaran sebagai wujud kecintaan agar kita sebagai genersi penurus dan pejuang masa depan  tidak lupa atas jasa2 para pahlwan. Mereka telah berjuang merebut kemerdekan dari tangan para penjajah. Maka tugas kita sebagai penerus bangsa adalah meneguhakan kometment ber-NKRI dengan melakukan berbagai terobosan kegiatan baru,” tuturnya.

Pihaknya menegaskan, segala kejayaan dan kemajuan yang kita nikmati hari ini, tidak lepas dari perjuangan para pendahulu. Sebab itulah Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), terus bersemangat mengawal Indonesia yang maju dan kreatif dalam satu barisan.

Setelah pesan pembuka selesai di sampaikan. Kegiatan dilanjutkan ke acara inti yaitu Istighasa bersama yang mereka hadiahkan untuk para pahlawan. Kemudian Kegiatan tersebut diakhiri dengan bersih-bersih diseluruh makam Pahlawan. (Kopri Guluk-guluk)

The post Kopri PMII Guluk-guluk Teguhkan Kecintaan Ber-NKRI appeared first on INSAN PERS.

]]>
https://insanpers.com/kopri-pmii-guluk-guluk-teguhkan-kecintaan-ber-nkri/feed/ 0 22736
Khilafah dalam Pusaran Ijtima Ulama IV https://insanpers.com/khilafah-dalam-pusaran-ijtima-ulama-iv/ https://insanpers.com/khilafah-dalam-pusaran-ijtima-ulama-iv/#respond Mon, 12 Aug 2019 17:28:43 +0000 https://insanpers.com/?p=22724 Insanpers.com Jakarta – Peneliti Politik LIPI Wasisto Raharjo Jati menilai kekalahan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak membuat goyah sejumlah tokoh agama Ijtima Ulama IV untuk menjual ideologi khilafah.  Menurutnya, ideologi transnasional itu sangat jelas berbenturan dengan Pancasila dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Karena kemarin jualan Prabowo itu kalah, makanya khilafah...

The post Khilafah dalam Pusaran Ijtima Ulama IV appeared first on INSAN PERS.

]]>

Insanpers.com Jakarta  Peneliti Politik LIPI Wasisto Raharjo Jati menilai kekalahan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak membuat goyah sejumlah tokoh agama Ijtima Ulama IV untuk menjual ideologi khilafah. 

Menurutnya, ideologi transnasional itu sangat jelas berbenturan dengan Pancasila dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena kemarin jualan Prabowo itu kalah, makanya khilafah kini jadi jualan mereka (Ijtima Ulama IV),” kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima Tagar, Selasa, 6 Agustus 2019.

Indonesia bisa terpecah belah hanya karna wacana khilafah ini.

Wasis, sapaanya, menganggap sejumlah tokoh agama yang hadir dalam forum tersebut seakan lupa terhadap sejarah, bahwasannya ideologi Pancasila sudah mengakomodasi semua kepentingan anak bangsa.

“Termasuk soal agama,” ucapnya. 

Pria berusia 29 tahun ini mengaku tidak habis pikir, karena kelompok tersebut cenderung egosentris tidak memikirkan kemajemukan bangsa. 

Indonesia bisa terpecah belah hanya karna wacana khilafah ini,” kata Wasis.

Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia. Namun, Wasis berpandangan, terselenggaranya Ijtima Ulama jilid IV tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap mayoritas umat Islam di Indonesia.

“Karena ijtihad itu melawan NKRI, jelas (ideologi khilafah) itu sangat bersebrangan (dengan Pancasila),” ujarnya. 

Namun hal terburuknya, bisa memunculkan gesekan dengan organisasi keagamaan lain yang ada di Indonesia. Karena pada satu sisi ada yang merasa paling benar.

“Klaim ulama ahlussunah itu problematik. Itu bisa konflik dengan Nadhlatul Ulama (NU),” kata pria kelahiran Yogyakarta itu.

Seperti diketahui, Penanggung Jawab Ijtima Ulama IV Yusuf Muhammad Martak menyatakan khilafah adalah kesepakatan ulama.

“Bahwa sesungguhnya semua ulama ahlussunah waljamaah telah sepakat penerapan Syariah dan penegakan khilafah serta amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam,” kata Martak di Hotel Lorin, Bogor, Jawa Barat, pada 5 Agustus 2019. 

Cari Perhatian

Dugaan lain pun muncul dalam benak Wasis. Ijtimak Ulama jilid IV dilakukan semata hanya untuk mencari perhatian publik. Padahal, menurut dia, dibalik agenda tersebut, benang merah yang paling menonjol ialah menyoal pada isu pemulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia. 

“Mereka hanya ingin mendapat atensi saja dan pemulangan HRS (Habib Rizieq Shihab) tidak kunjung terealisasi. Maksud mereka menggemborkan khilafah itu lebih pada konsolidasi internal saja,” tutur dia.

Pria berusia 29 tahun itu memandang, telah terjadi inkonsistensi dalam ijtihad ini, karena lekat akan ekspresi emosi ketimbang ideologi.

Biar mereka masih diingat terus sebagai penantang Jokowi yang masih idealis.

“Ijtihad ini semakin lama juga makin mencari sensasi. Mereka hanya ingin memperlihatkan eksistensi saja, biar terlihat kuat meski ditinggal parpol kubu 02 dan HRS yang masih di Arab,” ujarnya.

Wasis menegaskan, tokoh agama Ijtima Ulama hanya berusaha untuk menyolidkan kembali massa mereka sendiri, untuk tetap konsisten pada prinsip pemulangan Rizieq Shihab. Selain itu, ada rasa gengsi untuk mengakui kemenangan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 kemarin.

“Diperhatikan biar mereka masih diingat terus sebagai penantang Jokowi yang masih idealis ketika kubu 02 sudah mulai pragmatis dengan kekuasaan,” jelas Wasis.[]

Oleh Morteza Syariati Albanna .

Catatan: Tulisan ini diambil dari tagar news

The post Khilafah dalam Pusaran Ijtima Ulama IV appeared first on INSAN PERS.

]]>
https://insanpers.com/khilafah-dalam-pusaran-ijtima-ulama-iv/feed/ 0 22724
Kominfo Blokir 1.500 Situs dan Akun Medsos https://insanpers.com/kominfo-blokir-1-500-situs-dan-akun-medsos/ https://insanpers.com/kominfo-blokir-1-500-situs-dan-akun-medsos/#respond Mon, 12 Aug 2019 07:33:36 +0000 https://insanpers.com/?p=22715 Insanpers.com. Jakarta-Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ferdinandus Setu mengatakan Kemenkominfo selama tahun 2019 telah “take down”, blokir 1.500 situs dan akun media sosial. Situs-situs tersebut adalah media sosial yang berkonten radikalisme dan terorisme. “Selama tahun 2019 ini, Kominfo telah blokir 1.500 situs dan akun media sosial...

The post Kominfo Blokir 1.500 Situs dan Akun Medsos appeared first on INSAN PERS.

]]>

Insanpers.com. Jakarta-Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ferdinandus Setu mengatakan Kemenkominfo selama tahun 2019 telah “take down”, blokir 1.500 situs dan akun media sosial. Situs-situs tersebut adalah media sosial yang berkonten radikalisme dan terorisme.

“Selama tahun 2019 ini, Kominfo telah blokir 1.500 situs dan akun media sosial yang terkait dan berkonten radikalisme dan terorisme.,” kata Ferdinandus dalam diskusi bertajuk “Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan”, di Jakarta, Sabtu, 10 Agustus 2019, dilaporkan Antara.

Sementara sejak tahun 2009, Kominfo telah memblokir sebanyak 11.800 situs dan akun media sosial yang berkonten radikalisme dan terorisme.

Dia juga mengatakan, hal yang mengkhawatirkan saat ini adalah maraknya situs dan akun media sosial yang berkonten pornografi sehingga Kominfo melakukan langkah tegas dengan memblokir akun yang menyebarkan konten tersebut.

“Beberapa waktu lalu kami memblokir akun Youtube Kimi Hime karena persoalan kesusilaan. Kami tekankan para youtuber silakan berkreasi namun harus tetap dalam koridor hukum,” ujarnya.

Ferdinandus menilai persoalan situs radikalisme-terorisme dan kesusilaan sama-sama berbahaya karena memiliki dampak yang negatif. Dia mencontohkan persoalan radikalisme-terorisme karena menyangkut ketahanan bangsa negara terancam.

“Ketika terpapar radikalisme-terorisme artinya cinta tanah air menjadi lemah. Lalu dalam kasus pornografi karena anak muda melakukan hal yang tidak produktif,” katanya.

Dia mengatakan Kominfo telah melakukan langkah pencegahan untuk mencegah maraknya situs dan akun medsos berkonten radikalisme-terorisme dan pornografi dengan membuat program literasi digital.

Dalam program tersebut menurut dia, ada sekitar 100 elemen bangsa yang bergabung dalam Siber Kreasi, yang tiap hari menyosialisasikan agar masyarakat bijak dalam berinternet.

The post Kominfo Blokir 1.500 Situs dan Akun Medsos appeared first on INSAN PERS.

]]>
https://insanpers.com/kominfo-blokir-1-500-situs-dan-akun-medsos/feed/ 0 22715
Mempertimbangkan FPI https://insanpers.com/mempertimbangkan-fpi/ https://insanpers.com/mempertimbangkan-fpi/#respond Mon, 12 Aug 2019 05:08:55 +0000 https://insanpers.com/?p=22704 Oleh Khalilullah Ketidakpulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia menjadi pukulan yang keras terhadap pengikutnya atau kelompok Front Pembela Islam (FPI). Mereka terbelenggu dalam suasana yang mencekam dan keadaan yang dilematis: mempertahankan FPI atau membubarkannya. Dilematis Pembubaran FPI Masyarakat Indonesia berselisih pendapat. Ada yang setuju FPI dibubarkan dan ada pula yang...

The post Mempertimbangkan FPI appeared first on INSAN PERS.

]]>

Oleh Khalilullah

Ketidakpulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia menjadi pukulan yang keras terhadap pengikutnya atau kelompok Front Pembela Islam (FPI). Mereka terbelenggu dalam suasana yang mencekam dan keadaan yang dilematis: mempertahankan FPI atau membubarkannya.

Dilematis Pembubaran FPI

Masyarakat Indonesia berselisih pendapat. Ada yang setuju FPI dibubarkan dan ada pula yang menolak, bahkan mempertahankannya. Perselisihan ini sesungguhnya berangkat dari ideologi dan sikap FPI yang tergolong ekstrem, namun masih membenarkan NKRI. Bagi yang setuju—bila enggan berkata “ngotot”—membubarkan, disebutnya FPI tergolong ormas yang ekstrem dan kurang bersahabat dengan budaya Indonesia. Sementara, yang menolak pembubaran FPI berdalih ormas ini tidak menentang NKRI sebagai asas negara Indonesia.

Di tengah perselisihan yang tak kunjung berkesudahan, saya memilih FPI dibubarkan. Sikap saya sebenarnya melihat dari sisi positif dan sisi negatif yang dilakukan FPI terhadap perkembangan Islam secara umum dan perkembangan masyarakat secara khusus, namun lebih cenderung lebih banyak sisi negatifnya dibandingkan sisi positifnya. Dahulu FPI melarang penyanyi dangdut Inul Daratista manggung di wilayah Depok. (detiknews, 28/04/2006). Selain itu, ormas pimpinan Rizieq Shihab ini melaporkan Ahmad Dhani ke Polda Metro Jaya, karena Dewa, band Ahmad Dhani, dianggap telah menyalahgunakan simbol-simbol Islam lantaran memuat kaligrafi bertuliskan “Allah” di sampul album Laskar Cinta. (tirto.id, 29/01/2019).

Al-Qur’an Menentang Dakwah FPI

Beberapa sikap FPI tersebut menyalahi etika dakwah yang seharusnya disampaikan dengan sikap lemah lembut dan tutur kata yang santun. Dalam Al-Qur’an Allah Swt. menegaskan pentingnya dakwah yang lemah lembut: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Qs. Ali Imran/3, 159).

Kelemahlembutan dalam berdakwah searah dengan arti da’wah, yakni ajakan. Mengajak seseorang biasanya dilakukan dengan sikap yang lembut supaya ajakan itu dapat menyentuh hati orang yang diajak, sehingga dengannya, orang tersebut dapat mengabulkan ajakannya. Bayangkan saja seandainya ajakan itu disampaikan dengan paksaan dan sikap yang kurang menyenangkan, niscaya orang yang diajak akan menghindar, bahkan bisa menyulut api permusuhan.

Sikap ekstremis FPI dalam berdakwah sesungguhnya belum searah dengan pesan dakwah sehingga dampaknya terlihat fatal. Dakwahnya tidak disambut hangat oleh masyarakat Indonesia. Sikap dakwah FPI yang sangat fatal terlihat saat memanasnya Pilpres 2019 kemarin. FPI mendorong masyarakat melakukan people power. Karena itu, sikap FPI banyak merugikan masyarakat, seperti pecahnya persatuan, banyak korban berjatuhan, dan seterusnya. Beginilah yang disebut dakwah? Benarkan dakwah Nabi Muhammad Saw. seperti itu?

FPI Benih ISIS

Sisi lain, saya lihat ideologi FPI memang tidak dapat disamakan dengan ISIS. Kendati begitu, FPI dapat disebut sebagai benih yang dapat menumbuhkan bibit masyarakat masuk ke dalam kubangan ISIS. Hal ini bisa dilihat dari kesamaan yang dipegang oleh dua kelompok ini. Keduanya sama-sama menyuarakan Daulah Islamiyyah (Negara Islam), sekalipun cara pandang tentang negara Islam keduanya berbeda. Keduanya sama-sama bersikap ekstrem dalam berdakwah, bahkan keduanya gemar mengkafirkan dan menyesatkan kelompok yang berbeda pandangan. Begitu pula, keduanya sama-sama menentang pemerintah.

Bila FPI diyakini sebagai benih ISIS, maka langkah solutif untuk menjaga moderasi Islam dan tegaknya NKRI sepanjang masa adalah pembubaran FPI, karena pembubaran ini merupakan langkah terbaik untuk mengamputase virus FPI menyebar ke dalam tubuh masyarakat. Kendati ideologi FPI masih tetap melekat di benak pengikutnya, tentunya moderasi Islam tetap disampaikan kepada mereka, sehingga mereka membenarkannya dan meninggalkan ideologi ekstremis FPI.

Sebagai penutup tulisan ini, ada sebuah kata-kata Gus Dur untuk memperkuat pembubaran FPI di Indonesia. Saat ditanya: Membunuh tikus kan tidak harus membakar lumbungnya, Gus? Kata Gus Dur: Karena tikusnya sudah menguasi lumbung. FPI sudah menjadi lumbung yang dikuasi oleh kelompok ekstrem. Bubarkan. Tunggu apa lagi?[] Shallallah ala Muhammad.

The post Mempertimbangkan FPI appeared first on INSAN PERS.

]]>
https://insanpers.com/mempertimbangkan-fpi/feed/ 0 22704