15 Oktober 2019
INSAN PERS
Image default

Haul Gus Dur Diramaikan Pengajian, Kirab Budaya, dan Dialog Kebangsaan

Bagi Yenny Wahid, Haul Ke-9 Gus Dur yang dihelat di Solo, Jawa Tengah, sangat mencerminkan karakter ayahandanya. Memadukan, antara lain, pengajian, kirab budaya, serta dialog kebangsaan.
“Semua menyimbolkan dimensi Gus Dur yang memang multidimensional,” kata putri Gus Dur itu saat memberangkatkan rombongan kirab dari halaman Stadion Manahan, Surakarta, kemarin.
Yenny didampingi Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Yenny tak lupa berpesan agar masyarakat yang mencintai ayahnya menerapkan sikap presiden ke-4 Indonesia tersebut dalam perilaku sehari-hari.
”Siapa pun yang merasa dekat dengan Gus Dur, maka kami mengimbau agar perilaku terus mencerminkan ajaran-ajaran Gus Dur. Yaitu apa? Tidak memberi ruang kepada kelompok-kelompok intoleran,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Yenny, sikap yang mencerminkan ajaran Gus Dur adalah berjuang demi kebinekaan, berjuang untuk Islam yang ramah, serta melindungi mereka yang lemah. Sikap dan pandangan Gus Dur tentang keberagaman menjadi kunci dalam mencintai sosok yang pernah menjadi ketua umum PB Nahdlatul Ulama itu.
Rangkaian acara haul diawali dengan bedah buku bertajuk Gus Dur: Islam Nusantara & Kewarganegaraan Bineka oleh Inayah Wulandari Wahid dan penulis buku, Ahmad Suaedy, di Pondok Pesantren Al Muayyad, Jumat (22/2). Dilanjutkan dengan diskusi Mbabar Pitutur Gus Dur di Pendapi Gedhe Balai Kota Surakarta.
Acara berlanjut dengan kirab kebangsaan yang diikuti ribuan warga dari berbagai elemen. Di antaranya, santri, instansi pemerintah dan swasta, organisasi masyarakat.

Related posts