15 Oktober 2019
INSAN PERS
Image default

MOMENTUM HARI PAHLAWAN HARUS LAHIRKAN IDE DAN GAGASAN BARU

JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di lapangan Kementerian PANRB, Jakarta, Senin (12/11). Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, mengatakan peringatan Hari Pahlawan memiliki makna yang dalam, bukan hanya sebuah prosesi.
Tahun ini, Hari Pahlawan memiliki tema “Semangat Pahlawan di Dadaku”. Untuk itu, Atmaji mengajak masyarakat Indonesia terutama para pemuda untuk melahirkan ide dan gagasan baru. “Peringatan Hari Pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan, mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan,” ujar Atmaji, saat membacakan amanat Menteri Sosial RI.
Dikatakan, peringatan ini menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai sejauh mana tiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai NKRI yang sejahtera, adil, dan makmur.
Pada hakekatnya, setiap perjuangan pasti ada hasil namun tak ada kata akhir atau berhenti untuk berjuang. “Setiap etape perjuangan berlanjut pada etape perjuangan berikutnya sesuai tuntutan lingkungan strategis,” imbuhnya.
Di era globalisasi ini, semangat para pahlawan harus menginspirasi pemuda Indonesia untuk melakukan inovasi cerdas yang memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia. Menurut Atmaji, Indonesia butuh sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri.
Dijelaskan Atmaji, nilai kepahlawanan memiliki sifat yang dinamis, bisa menguat atau bahkan berkurang. Terlebih lagi, bangsa ini membutuhkan pemuda yang bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dan berpandangan global. “Agar Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain khususnya ketika memasuki era industri 4.0,” jelas Atmaji.
Era industri 4.0 juga tentu memerlukan perjuangan dalam lingkungan birokrasi pemerintahan. Dalam hal ini, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diajak untuk memperjuangan birokrasi agar lebih efisien. “Saya mengajak seluruh jajaran ASN untuk menjadi pejuang, menjadi pahlawan, yaitu memperjuangkan birokrasi Indonesia menjadi birokrasi yang berdaya saing, menjadi birokrasi yang mampu mengantarkan tercapainya tujuan bernegara,” ungkapnya.
Momentum tahunan ini juga diharapkan menjadi pemicu agar semua abdi negara dapat berkontribusi bagi bangsa, dimulai dari lingkungan terdekat dan terkecil. “Pada akhirnya memberikan ketahanan bagi bangsa dan negara,” pungkas Atmaji di akhir upacara yang diikuti oleh pejabat eselon I dan seluruh jajaran pegawai di lingkungan Kementerian PANRB. (don/HUMAS MENPANRB)

Related posts