15 Oktober 2019
INSAN PERS
Image default

Perkuat Islam Nusantara, Rektor AIN Jember Bentuk ‘Kabinet’ NU

Bagi IAIN Jember, Islam Nusantara bukan sekadar isapan jempol atau pemanis bibir belaka. Namun konsep beragama, berbangsa dan bernegara yang digagas oleh Nahdlatul Ulama itu, benar-benar menjadi perhatian serius untuk terus dikembangkan di lingkungan kampus yang terletak di Jalan Mataram No.1, Karang Mluwo, Mangli, Jember itu. IAIN Jember bertekad untuk menjadi pusat kajian Islam Nusantara di tengah sorotan miring sejumlah pihak terhadap konsep tersebut.

Tekad itu paling tidak, bisa dibaca dari pelantikan sejumlah posisi penting di lingkungan IAIN Jember yang berlangsung di aula Gedung Kuliah Terpadu IAIN Jember, Kamis (18/4). Mereka semuanya berlatar belakang NU. Yaitu Wakil Rektor I, Miftah Arifin (pengurus ISNU Jember), Wakil Rektor II,  Moh. Khotib (Mabinkom PMII IAIN Jember, IKA PMII Jember dan Pembina Mahasiswa Ahli Thariqah an-Nahdliyah (MATAN), dan  Wakil Rektor III, Hepni Zein (pengurus LDNU Jember).

Sedangkan di jajaran dekan, terdapat nama Katib Syuriyah PCNU Jember  yang juga Wakil Ketua PW LDNU Jawa Timur, Kiai MN Harisudin (Dekan Fakultas Syari’ah). Ketua PC Fatayat Jember 2004-2014, Hj. Nyai Mukniah Ashom didapuk sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Pengurus Lakpesdam PCNU Jember, M. Khusna Amal menjabat Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora. Sementara Dekan Fakulas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dipegang oleh Khamdan Rifa’i (pengurus NU Banyuwangi), dan  pembina MATAN IAIN Jember, Ahidul Asror menjabat sebagai Dekan Fakultas Dakwah.

Tak ketinggalan, A’wan Syuriyah PCNU Jember yang juga pembina Pengurus Pusat ISNU,  H. Abd. Halim Subahar menduduki kursi Direktur Pasca Sarjana, dan  H. Saihan yang tak lain adalah Wakil Ketua PCNU Bondowoso mengisi kursi Ketua Lembaga Penjaminan Mutu.

“Dengan komposisi personel yang seperti itu (berlatar belakang NU), kami ingin mewujudkan cita-cita untuk menjadikan   IAIN Jember  sebagai pusat kajian dan pengembangan Islam Nusantara,” tukas Rektor IAIN Jember, H Babun Suharto saat melantik ‘kabinet kerja’ tersebut.  

Selain menekankan pentignnya  fokus pada pengembangan Islam Nusantara, H Babun juga menaruh harapan besar lembaga yang dipimpinnya dapat meraih akrediatsi A.

“Oleh karena itu, saya pilih Warek I Bidang Akademik yang berlatar belakang asesor juga agar akreditasi kita unggul atau A di tahun 2020 nanti. Ini butuh kerja keras dan kerja kompak,” pungkas A’wan Syuriyah PWNU Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, Kiai MN Harisudin mengapresiasi langkah sang rektor. Pasalnya peningkatan akreditasi adalah suatu keniscayaan untuk menghadapi persaingan global.

”Apa yang telah diletakkan pak Rektor adalah pondasi menuju IAIN yang lebih maju. Karena itu, kita yang berada di barisan beliau akan all out mengawal IAIN Jember menjadi perguruan tinggi yang membanggakan bagi umat Islam,” ujar Dekan Fakultas Syari’ah  tersebut.  

Bendera IAIN Jember memang terus terkerek naik seiring terobosan yang dilakukan oleh rektor dan jajarannya.  Jumlah mahasiswanya pun terus membengkak. Tahun 2012 jumlah mahasiswa IAIN Jember  hanya 500 orang, namun kini mencapai 12 ribu orang.

Beriringan dengan itu, IAIN Jember tak pernah berhenti berbenah, mulai fisik yang terus dikokohkan, sumber daya manusia yang selalu ditingkatkan hingga peningkatan kualitas menuju perguruan tinggi kelas dunia tanpa menghilangkan ciri khasnya, yaitu Islam Nusantara. (Aryudi AR).

Related posts